Jangan Dikasari, Ini Cara Untuk Menghadapi Anak yang Manja

Semua orangtua pasti sangat menyayangi anaknya, meski nakal dan rewel sekalipun. Bahkan ada tipe anak yang terkesan menganggu karena sifat manjanya, entah yang terganggu si orangtua atau kakak-kakaknya. Cari cara menghadapi Anak yang Manja?

Penyebab dan Cara Menghadapi Anak Manja

Sifat manja sih rasanya wajar-wajar saja. Yang sering membuat menimbulkan rasa jengkel adalah sifat anak yang manja secara berlebihan. Adakah cara terbaik untuk menghadapinya?

Penyebab anak manja sendiri biasanya adalah karena orangtua yang selalu memberikan apa yang si anak pinta. Selalu mendiamkan ketika si kecil melakukan kesalahan, bahkan tidak tega untuk memarahinya sekali saja.

Gambar: Wajib Baca

Kalau Sudah terlanjur, ikuti cara-cara berikut dalam upaya menghadapi sifat manja si anak. Memang menahan emosi atau memberikan kasih sayang adalah hal tepat dalam menjaga pendidikan dan pertumbuhan mental anak.

Kalau sudah terlanjur berlebihan, inilah cara untuk menghadapi anak manja. Perkembangan anak sendiri adalah hal yang ditentukan oleh orangtua, dari cara mejdidik dan membesarkannya, apa yang ia kenal dan terbiasa di masa kecil pasti akan mempengaruhi cara berpikirnya kelak.

Cara Menghadapi Anak Manja

Mengatasi anak yang manja, adalah sebuah hal yang dilakukan untuk membuat si buah hati tak selalu harus bergantung atau manja berlebihan. Menangis, merengek, dan sering membuat ulah rasanya memang wajar dilakukan oleh anak-anak. Tapi ada baiknya kamu melakukan cara menghadapi anak agar ia tak selalu begitu kedepannya nanti.

Konsisten Terhadap Janjimu

Salah satu cara menghadapi anak yang efektif adalah dengan konsisten terhadap apa yang telah kamu katakan. Misalnya ketika ia sedang meminta sesuatu, lalu secara berlarut-berlarut tak pernah terealisasikan! maka ketika si buah hati ingat, ia pasti akan merengek dan menangis.

Karena hal tersebut, orangtua biasanya akan membujuk bahkan segera mendapatkan apa yang ia pinta, sehingga ia beranggapan bisa mendapatkan apapun ketika merengek. Jika kamu mengabulkan apa yang ia mau, jangan hanya sekedar mengabulkan tapi juga berikan konsikuensi jika ia melakukan kesalahan terhadap sesuatu yang ia pinta tersebut.

Misalnya ketika si anak meminta sebuah mobil mainan, maka katakanlah! ketika mobil tersebut rusak, maka itu adalah tanggung jawabnya sendiri dan tidak akan ada ganti untuk yang kedua kalinya. Dengan melakukan itu, maka anak akan ada tekanan untuk menjaga apa yang telah ia pinta.

Penjelasan yang Bisa Anak Mengerti

Maksud dari cara menghadapi berikutnya ini adalah dengan memberikan penjelasan kepada si anak. Bila ia meminta sesuatu dan kamu tak bisa mengabulkannya, maka jelaskan dengan tegas dan jelas! mengapa kamu tak bisa mewujudkan apa yang telah dipinta sang buah hati.

Sering Kenalkan Dengan Berbagai Aktivitas Sosial

Langkah lain untuk mengatasi anak yang manja adalah dengan sering melibatkan si buah hati terhadap kegiatan sosial. Aktivitas sosial yang dimaksud misalnya seperti berbagi, berkomunikasi, dan bahkan aktivitas yang mengajarkan tentang bertanggung jawab atau mengontrol sifat egois.

Yang cocok untuk menemani si anak dalam langkah ini biasanya adalah sosok kakak atau ayah. Jelaskan makna dan hal-hal tentang cara bersyukur, dan mengerti perasaan orang lain termasuk perasaan ayah dan ibu.

Hukumlah Kesalahannya

Langkah lainnya sebagai cara menghadapi anak manja adalah dengan memberikan hukuman ketika ia telah melakukan kesalahan. Bersama hukumannya, berikanlah pembelajaran tentang sebab akibat melakukan perilaku dan hal-hal buruk.

Didiklah ia agar mengenal banyak perilaku dan hal-hal positif sesuai porsi di usianya. Hal-hal baik yang dimaksud seperti agar anak lain seusianya bisa akrab dengan dia, atau apa saja hal yang tidak boleh dilakukan terhadap temannya sendiri.


Mendidik atau mengontrol watak, perilaku dan ego anak adalah tanggung jawab penuh dari peran kedua orangtua. Selalu lakukan hal-hal yang bisa menjadi bahan ajaran tentang hal-hal baik seperti cara berbagi kepada orang lain, ajarkan juga tentang pemahaman mana yang jahat dan baik.

Karena pada dasarnya, anak adalah ceriman dari kedua orangtua. Di masa depan kelak, apapun yang terjadi terhadapnya adalah bentuk dari usaha orangtua dalam mendidik. Berhasil atau gagalnya seorang anak, salah satu penentu paling penting adalah cara orangtua membesarkannya.


Referensi: Hellosehat