Cara Menasehati Anak Tentang Bahaya Pacaran

Cara menasehati anak tentang bahaya Pacaran – Fase remaja adalah masa perjalanan yang rentan bagi anak-anak, di usia-usia seperti itulah waktu dimana mereka sedang mencari jati diri.

Mereka biasanya memikirkan seperti apa mereka ketika sudah dewasa nanti, dengan cara berpikirnya yang sangat masih mudah terpengaruh lingkungan sekitar.

Di masa itulah mereka terus mencoba banyak hal-hal baru dan tak kadang mengikuti temannya sendiri. Tapi, banyak hal yang mengkhawatirkan, termasuk tentang dampak dari pergaulan bebas dan pacaran.

Disinilah perlunya peran aktif orang tua, ini beberapa tips sebagai upaya cara menasehati anak agar tidak pacaran.

Bahaya Pacaran Bagi Anak Remaja

Gambar: Wartainfo

Menasehati anak agar mengerti bahaya pacaran tidak harus menekankan agar ia tak melakukan hubungan tersebut. Tapi teliti terlebih dahulu seperti apa orang yang tengah dekat dengannya.

Kalau kamu menasehatinya tanpa dasar, maka si anak akan merasa di Judge bukan dinasehati, jadi nasehatilah dengan bijak. Berikut beberapa tips menasehati anak tentang bahaya pacaran:

Cara Menasehati Anak Tentang Bahaya Pacaran

  1. Jelaskan Apa Resiko Hubungan Bebas

    Jika sang anak hanya memandang pacaran sebagai sebuah hal yang harus mereka lalui, berarti mereka tak mengerti betul apa sih makna hubungan dalam pacaran itu. Maka, jelaskanlah dan diskusi bersama tentang hal-hal dalam pacaran.

    Apa sih potensi yang dapat menghancurkan masa depan dia, ini yang harus kalian tegaskan. Jelaskan juga, kalau di agama islam! pacaran adalah sebuah bentuk zina yang dilarang.

  2. Jadi Sahabat Diskusi

    Menasehati bukan berarti harus menyerang langsung dan seolah-olah anak sedang melakukan 100% kesalahan. Ajaklah ngobrol terlebih dahulu, buat dia nyaman lalu masuk ke topik pacaran.

  3. Menasehati Berdasarkan Pengalaman

    Pendekatan untuk melakukan penjelasan bahaya pacaran adalah dengan menceritakan masa lalu pertama kamu ketika berada dalam fase pacaran.

    Pacaran bukan hanya untuk kepentingan status dan gengsi, tapi adalah sebuah hubungan untuk belajar ke jenjang berikutnya. Artinya! satu sama lain harus bisa bertanggung jawab.

  4. Buat Anak Fokus ke Hal yang Positif

    Jelaskan ke anak, kalau masa depan ditentukan oleh keberhasilan akan sebuah pencapaian dari apa yang sedang di kerjakan sekarang. Misalnya sukses pendidikan dan akademik, ataupun sukses dalam berkarya di masa muda! jadi, kalau syarat ini sudah terpenuhi berarti si anak sudah siap untuk menjalin yang namanya hubungan terhadap lawan jenis.

  5. Tanya Mengapa Anak Pacaran

    Sembari membahas bersama tentang topik pacaran yang dilakukan oleh si anak, tanyakan alasan mengapa ia berani memasuki fase hubungan tersebut.

    Dari ceritanya, akan ada bayang-bayang seperti apa orang yang ia sukai! maka, jelaskan kalau lawan jenis bisa saja memiliki niatan jahat dengan berniatan mencari pacar untuk meluapkan nafsu.

Lebih baik mengenal seseorang sebagai sahabat daripada pacaran. Banyak sekali kasus yang membuat seseorang harus mengalami rasa sakit yang begitu pedih, tak kadang menyebabkan Insomnia bahkan hal parah lainnya. Semoga bermanfaat dan pahamilah apa bahaya pacaran.